Posted: Admin on 27 May, 2017

Rebo Wekasan

Isu SARA Dalam dalam Pro dan Kontra Pembangunan Pabrik Semen Rembang

bliblinews.com – Penyeretan isu bangsa religi ras dan antargolongan (SARA) pada polemik pro-kontra tingkah laku bengkel kerikil di Kabupaten Rembang disesalkan oleh sebanyak kalangan.

Sebuah grup warga yg mengatasnamakan diri asosiasi warga Rembang (Amar) turut menyikapinya lantaran isu SARA jadi permasalahan sensitif dan rawan mempersilakan kegaduhan warga.

“Masyarakat Rembang yg terikat dekat Amar menyayangkan bergulirnya isu-isu sensitif khususnya yg tentang dgn SARA dekat pro-kontra berdirinya bengkel pasir di Rembang,” kata Syarifuddin Ahmad, penaklukan Amar.

Pada pertemuan pers di Rembang, Rabu (15/2/2017) tengah hari, pihaknya mengaku telah laksanakan investigasi di arena lapang tergantung yg seharusnya berjalan di olak tindakan pembongkaran tenda pro dan kontra guna Jumat (10/2/2017) tengah malam lalu.

Baca Juga: Jalan Rusak di Rembang Mulai diperbaiki di bulan Ramadhan Tahun ini

“Merujuk terhadap produk ivestigasi yg kita melakukan dan dikuatkan dgn pemeriksaan permulaan pihak yg mempunyai wewenang, Wakapolres, bahwa kenyataan yg berjalan tak layaknya yg menyebar di sarana bersahabat atau hoax,” katanya.

Syarifuddin yg adalah penduduk Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem ini mengemukakan tak ada pembakaran Alquran dan perbekalan ibadah seperti mukena, sarung, dan sajadah ketika insiden pembongkaran tersebut.

“Isu sejenis itu sanggup memunculkan keresahan atau kegaduhan di kasta kolong di Rembang. Dan yg paling dirugikan ya penduduk Rembang solo. saya tuntut penduduk tak terbakar oleh isu murahan yg sanggup memunculkan konflik,” katanya.

Namun walau menyesali penyeretan isu SARA, Syarifuddin menyebut tak dapat ikut memerkarakan penabur kabar bawah tangan itu terhadap pihak kepolisian sebab ketika ini telah ada pihak yg melaporkan ihwal terkandung untuk polisi.

“Kita memang lah pernah bakal melapor ke polisi menyangkut penyebaran info hoax di fasilitas bersahabat, sekalipun lantaran telah ada pihak yg suka mengadukan, ya telah. Kita tak mau siaran bertumpuk-tumpuk,” tandasnya.

Pihaknya kembali memusatkan tak dapat jalankan perbuatan turun ke usaha buat beri tahu tingkah laku anti-berita hoax. beliau pilih buat ikut turun dengan cara repot merekah pro-kontra dgn membantu info yg faktual ke masyarakat.

“Sejak pernytaan ini ana terhadap, ana atas eminensi penduduk Rembang dapat tergiring dengan cara sibuk pada menggerai pro-kontra berdirinya bengkel kerikil di Rembang bersama mempertaruhkan kajian dengan cara faktual buat penduduk, pungkasnya.

Kepala unit Reserse kejahatan Kepolisian Resor Rembang Ajun Komisaris Ibnu gemar mengaku lagi melacak penebar kabar tiruan alias hoax dikarenakan mengandung factor sensitif yg kalau dibiarkan bakal mengakibatkan konflik antarwarga.

“Kami tengah berkoordinasi dgn pihak Polda Jawa masih buat menempa tim kusus kepada menyelidiki oknum-oknum yg mengabarkan informasi yg berpotensi merangkul konflik atau provokatif. pemeriksaan pada akun penabur hoax pula kita melaksanakan, kata Kasatreskrim.